Senin, 10 Oktober 2016

Bagaimana Reverse Osmosis Mem-filter

Reverse osmosis (osmosis terbalik) adalah proses ultrafiltrasi, yang tanpa membutuhkan energi banyak, mampu dengan sangat efektif menghilangkan kontaminan dan mineral yang tidak diinginkan dari sumber air di rumah Anda. Sistem reverse osmosis melibatkan semburan bertekanan tinggi, dan melewatkan air kepada membran berpori mikroskopis, menghasilkan air yang murni dari 99% kontaminan.

Sistem reverse osmosis biasanya tidak berdiri sendiri, melainkan ada juga pre filter dan pasca filter. Filter ini seringkali memanfaatkan karbon aktif. Substansi ini membantu mengurangi jumlah klorin, senyawa organik yang larut dalam air, dan senyawa organik yang bersifat volatil (mudah menguap) seperti pestisida, dioxin, kloform, dan petrokimia seperti bensin. Sistem reverse osmosis juga mengurangi kadar nitrat, sulfat, dan garam. Filter ini bisa jadi tidak menghilangkan kontaminan tadi secara total (100%), tapi mengurangi nya hingga kadar seminimum mungkin sehingga masih dalam batas aman air untuk digunakan.

Partikel Padatan
Sistem reverse osmosis dapat menjebak padatan yang tak larut, partikel, dan materi tersuspensi. Misalnya lumpur, sedimen, dan sampah batuan lainnya yang tidak bisa melewati pori-pori mikroskopik membran (skala mikro = 1 centimeter dibagi sepuluh ribu). Tentunya, agar sistem reverse osmosis tidak macet, air harus di pre-filter dulu, misalnya dengan karbon aktif atau resin untuk melunakkan air.

Bakteria, Virus dan Protozoa
Air di rumah Anda bisa jadi mengandung substansi tak terlihat yang tidak diinginkan yang dapat membuat Anda sakit, misalnya bakteri, virus, dan protozoa (unisel).  Berdasarkan penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention, sistem reverse osmosis dapat secara efektif menghilangkan bakteri seperti E.Coli dan Salmonela, virus seperti Hepatitis A dan rotavirus, serta protozoa seperti Giardia dan Cryptsoporidium.A reverse osmosis system is very effective at removing bacteria such as E. coli and salmonella, viruses such as hepatitis A and rotavirus, and protozoa such as giardia and cryptosporidium.

Hewan Peliharan Akuatik
Hewan-hewan akuarium seperti ikan, karang, dan tumbuhan air tawar membutuhkan kondisi tertentu agar bisa tetap hidup. Sistem reverse osmosis membantu mengurangi pertumbuhan berlebihan alga dengan mengurangi kadar nitrat dan fosfat (yang sangat dibutuhkan alga). Bahkan sistem reverse osmosis bisa diperlakukan sebagai pengontrol pH air akuarium tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar